Home    

Pengertian Surat, Definisi Surat

Surat adalah karya tulis manusia yang cukup populer. Surat adalah salah satu alat komunikasi yang ada dalam peradaban manusia. Berbicara dengan tulisan tentu berbeda dengan berbicara dalam lisan. Sebagaimana kebiasaan kita di Indonesia, salam pembukaan hanya dipakai pada pembicaraan atau pidato resmi. Sedangkan dalam pembicaraan biasa maupun pembicaraan bisnis, salam pembukaan tidak pernah dipakai. Tentunya ini dengan pertimbangan, mereka lebih mengutamakan waktu dan kecepatan dalam mencapai sasaran bisnisnya.

Lain halnya dengan pembicaraan di dalam surat resmi, tidak resmi, surat pribadi ataupun surat niaga. Di sini tata tertib dan sopan santun masih harus dijaga. Pembicaraan singkat ataupun yang lengkap dengan membuka masalah panjang lebar, tetap harus memakai salam pembukaan. Sipenulis atau sipengirim surat akan dianggap atau dituduh sebagai orang yang tidak tahu sopan santun bila ia menulis surat langsung berbicara kepada pokok permasalahannya.

Bagaimanapun si penerima surat akan tetap menganggap bahwa surat yang diterimanya adalah “duta” organisasi/instansi sipengirim. Ia akan menilai surat tersebut sebagai citra, cermin mentalitas, jiwa serta petunjuk interen organisasi/perusahaan yang mengirimnya. Oleh sebab itu pembuat surat (konseptor) dan para penata administrasi kantor harus berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam menulis surat agar tidak menimbulkan kesan buruk atas perusahaannya.

Dalam dunia korespondensi, pembicaraan dalam surat terbagi atas:

a.    Salam pembukaan

b.    Paragraf pembukaan sebagai permulaan pembicara

c.    Isi surat

d.    Uraian isi surat selengkapnya sebagai penguat arti dari isi surat

Beberapa tahun yang lalu pada sebuah kaset terdapat dialog singkat yang berbunyi sebagai berikut:

“Oh……”

“Ah……”

“Oh…../’

“Ah……”

Dialog seperti tersebut di atas berjalan beberapa menit dan merupakan bagian dari sebuah nyanyian. Bila itu terdapat dalam sebuah surat, itu adalah sebuah keluhan biasa. Tetapi lain halnya bila itu terdapat pada kaset dalam sebuah nyanyian. Nyanyian tersebut berasal dari Barat yang kemudian di Indonesia orang membuat duplikatnya dan diberi nama atau judul tertentu.

Dalam bentuk tertulis hal itu sangat sederhana : hanya ada dua kata keluhan. Tetapi dalam kaset tersebut, yang terjadi bukanlah sebuah keluhan, melainkan suatu gambaran kenikmatan. Di sinilah tampak jelas perbedaan antara bahasa lisan (yang diucapkan langsung yang dibantu dengan mimik dan tinggi rendahnya nada dan tekanan suara) dan bahasa tulisan .

Dalam bahasa tulisan hal tersebut tidak mungkin bisa dilakukan. Mimik, gaya atau gerakan tidak dapat membantu karena sipenulis tidak berhadapan langsung dengan orangnya. Tekanan suara dan tinggi rendahnya nada tidak dapat diperdengarkan. Di sinilah letaknya seni menyusun kata-kata dan kalimat pada bahasa tertulis atau surat.

Meskipun tidak dibantu oleh gaya, gerak dan nada serta tekanan suara, namun bila seseorang mahir memnggunakan kata-kata, pasti ia dapat mencurahkan isi hati serta maksud tujuannya dengan merasuk kedalam lubuk hati sipembaca. Hal ini sangat terasa sekali pengaruhnya pada surat permohonan, surat remaja atau surat-surat cinta lainnya. Di dalam menyusun surat-surat tersebut, kita dituntut pengetahuan bahasa yang luas dan seni menulis surat serta kepintaran mengeluarkan pendapat atau ide.

Fungsi Surat sebagai komunikasi baca

Pada suatu suatu hari ketika kita melihat awan mendung tebal menghitam, kita mengerti dan dapat mengatakan kepada orang bahwa hari akan hujan. Orang yang mendengar perkataan tersebut juga sependapat bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Karena menurut kebiasaan, dengan pertanda tebalnya mendung seperti tersebut di atas memang hujan akan segera turun.

Demikianlah sedikit gambaran bagaimana manusia membaca pertanda alam. Sebenarnya telah terjadi komunikasi antara alam dan manusia. Alam memberi pertanda, manusia membaca dan mengartikannya.

Satu contoh lain. Ketika kita menyetir sebuah mobil, sewaktu hendak melintasi perempatan jalan, kita melihat suatu tanda bulat putih berpalang merah. Apa tindakan kita? Tentu saja kita tidak akan memasuki jalan tersebut. Karena apa, karena kita telah membaca sebuah tanda larangan bahwa mobil tidak boleh memasuki jalan tersebut dari arah kita.

Demikian pula yang terjadi antara kita dengan petugas jalan raya. Tanpa ada petugas sekalipun, komunikasi tetap terjadi. Tanda larangan tadi merupakan alat komunikasi umum antara petugas jalan raya dengan kita.

Dalam surat-menyurat kita juga memakai tanda-tanda sebagai alat komunikasi, yaitu tanda baca. Kita gabungkan huruf-huruf menjadi kata, kemudian kata-kata tersebut kita rangkai kembali menjadi sebuah kalimat.

Demikian seterusnya hingga akhirnya tersusun sebuah kalimat yang dapat menyampaikan pesan, berita dan lain sebagainya sesuai dengan kepentingan.

Karena surat merupakan alat komunikasi yang umum dipakai, lambang serta tanda-tanda yang dipakai haruslah bersifat dan sependapat dengan u-mum sehingga mudah dimengerti. Dengan kata lain bahasayang baik adalah bahasa yang dapat dimengerti oleh sipenerima atau sipembaca surat. Dan tentu anda akan semakin paham setelah mengetahui pengertian surat atau definisi surat.

artikel surat menyurat (39),artikel tentang surat (24),pengertian surat menyurat menurut para ahli (24),makalah tentang surat (22),pengertian surat menyurat (22),pengertian surat resmi menurut para ahli (18),pengertian menulis surat (13),artikel pengertian surat resmi (13),pengertian surat suara (12),makalah surat resmi (10),definisi surat (10)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: Definisi Surat, Fungsi Surat, gaya, Isi surat, Mimik, nada, penerima surat, Pengertian Surat, Surat adalah, surat niaga, surat pribadi, surat resmi, surat-menyurat, tekanan suara, tulisan