Home    

Membangun Warnet

Apa saja perangkat yang mendukung kelangsungan hidup sebuah warnet? Tentu jawabannya sangat relatif, tergantung dari warnet mana yang ditanya. Ada warnet yang sampai sekarang masih menggunakan modem untuk setiap PC klien yang dipakai pengunjung. Ada juga yang telah memanfaatkanjaringan untuk berbagi pakai koneksi Internet, baik menggunakan perangkat keras (seperti routed maupun perangkat lunak (seperti aplikasi proxy server).

Jika berniat membangun sebuah warnet Anda harus mempertimbangkan penggunaan perangkat jaringan yang handal dan memadai agar koneksi Internet Anda bisa dibagi-pakai. Dengan membagi pakai koneksi, Anda bisa menggunakan satu account ISP untuk menghubungkan semua komputer klien ke Internet informasi di bawah ini mungkin akan berguna bagi Anda yang tengah berencana untuk membangun sebuah warnet.

Kebutuhan perangkat Jaringan
Untuk menghubungkan berbagai PC dalam warnet Anda, Anda membutuhkan kartu jaringan yang terpasang dalam PC dan hub atau switch untuk menghubungkan komputer-komputer tersebut. Demi kemudahan, pilihlah kartu jaringan yang bertipe PCI sehingga Anda tidak perlu mengatur setting 10 atau IRQ. Merek-merek kartu jaringan yang tersedia di pasaran Indonesia misalnya 3Com, D-Link, Linksys, dan TP-Unk. Sementara untuk hub atau switch, Anda bisa menggunakan produk-produk dari Lantech, 3Com, Allied Telesyn, atau Cisco. Jangan lupa menggunakan kabel jaringan untuk menghubungkan komputer-komputer secara fisik.

Pemilihan ISP
Selain masalah jaringan, pemilihan dan penggunaan ISP merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan sebuah warnet. Untuk itu, Anda bisa memilih salah satu ISP yang ada di daerah Anda. Tentunya ISP yang dipilih harus disesuaikan dengan jarak, tipe koneksi yang Anda inginkan, dan anggaran yang Anda miliki. Sebelum memilih,
perhatikan besarnya I bandwidth yang dimilikj ISP tersebut, apakah cukup besar, sedang, atau tergolong kecll. Besarnya bandwidth yang dimiliki sebuah ISP tentunya berpengaruh terhadap kecepatan koneksi Internet Anda. Perhatikan juga fasilitas-fasilitas yang akan didapat jika Anda berlangganan ISP bersangkutan. Apakah Anda hanya mendapat koneksi Internet berikut account e-maflhya atau apakah Anda juga akan mendapat fasilitas lain, seperti colocation server maupun web hosting. Untuk jelasnya, Anda bisa mencoba mengunjungi situs CBN (www.cbn.net.id), Centrin (www.centrin.netid), Uninet (www.uninet.net.id/), LinkNet (www.link.net.id), MWeb (www.mweb.co.id/ isp), atau KabelVision (www.kabelvision.com).

Pemilihan perangkat koneksi Internet
Patut diiingat pula pemilihan perangkat koneksi Internet yang akan dipakai. Pemilihan ini terkatt langsung dengan tipe koneksi yang akan Anda gunakan. Saat ini, ISP biasanya menyediakan tiga macam koneksi yang bisa disewa pelanggan, masing-masing dial up, leased line, dan koneksi dengan , modem kabel. Belakangan, muncul juga layanan DSL yang ditawarkan Telkom. Namun karena cakupannya masih terbatas, janganlah Anda berharap bisa menggunakannya dalam waktu dekat. Seandainya menggunakan koneksi dial up, Anda bisa menggunakan modem dial up biasa, kebanyakan dengan dukungan terhadap protokol V90. Produk yang bisa dipakai misalnya Prolink, US Robotics, Blue
Thunder, TP-Link, atau Unksys. Jika Anda memiliki beberapa account dial up yang ingin Anda pakai sekaligus pada waktu yang bersamaan, atau menggunakan layanan multiple account, di mana satu account bisa dipakai oleh beberapa koneksi modem sekaligus, Anda mungkin bisa menggunakan RapidportW, yakni sebuah modem pool yang berfungsi
mengintegrasikan empat modem sekaligus dengan tujuan untuk meningkatkan kecepatan akses.
Jika ingin menggunakan layanan leased line, Anda membutuhkan sebuah router yang berfungsi menghubungkan jaringan Anda dengan ISP. Untuk itu, produk semacam Cisco Router bisa Anda gunakan. Tentunya, Anda juga harus mengkonf igurasi sistem firewall agar jaringan Anda dapat terhindar dari gangguan para penyusup, mengingat koneksi semacam ini selalu terhubung ke I Internet (a/ways on).

Bagi yang lebih suka menggunakan koneksi via modem kabel, Anda membutuhkan modem-modem khusus yang menghubungkan
jaringan Anda ke penyedia jasa kabel seperti KabelVjsion. Modem semacam ini mampu mengkonversikan data yang dilewatkan pada jaringan TV kabel sehingga bisa diterima komputer Anda. Untuk itu, modem kabel buatan Ericsson atau Unksys, merupakan sebagian dari produk di pasaran yang bisa dipakai bagi jaringan Anda. Kalau saja layanan DSL sudah tersedia di tempat Anda, Anda harus menggunakan modem khusus DSL. Mengingat teknologi yang digunakan dakam DSL dan modem kabel sangat jauh berbeda, Anda harus menggunakan modem yang berbeda dengan modem kabel. Sebagaimana modem kabel, modem DSL terhubung ke PC Anda lewat sebuah kabel jaringan atau sebuah kabel koneksi port komunikasi, misalnya USB. Modem kabel mampu mentransfer data kecepatan tinggi lewat sebuah saluran telepon biasa. Modem-modem DSL yang sudah ada di pasaran Indonesia misalnya saja Prestige dan SpeadStream. Karena terkoneksi secara terus menerus ke Internet, Anda juga harus mengkonf igurasi firewall jaringan dengan baik.
Sebagai atternatif, Anda bisa menggunakan perangkat LAW wireless, yang memungkinkan koneksi jaringan lokal tanpa kabel. Dengan perangkat ini, instalasi pengkabelan yang rumit praktis hilang. perangkat ini bisa menjangkau setiap PC dalam jarak 50 meter, dengan kecepatan transfer data 11Mbit per detik. Untuk menggunakan alat tersebut, dibutuhkan kartu PCI/PCMCIA, wireless bridges dan access point. Cisco mengeluarkan produk jenis ini dengan nama Cisco Aironet Perlu disadari juga bahwa tidak semua peralatan yang disebutkan di sini menyediakan fasilitas Internet sharing.
Jika kebetulan Anda menggunakan peralatan tanpa kemampuan tersebut, solusi software mungkin bisa dijadikan langkah pamungkas. Software Internet sharing yang bisa dipakai misalnya saja Winroute atau Sygate. Software ini akan menangani pembagian koneksi Internet ke setiap komputer klien secara adil dan merata. Anda juga membutuhkan sebuah software billing, semacam Gatex, yang berfungsi menghitung biaya akses Internet untuk setiap user.
Dengan demikian, Anda tidak perlu lagi menghitung biaya pakai user secara manual. Nah, sudah siap menjalankan usaha warnet Anda sendiri.


Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: membangun warnet, perangkat jaringan, warnet