Home    

Sertifikat Tanah Wakaf

Tanah Wakaf Harus Tersertifikasi

Dari 420.003 titik tanah wakaf di seluruh Indonesia atau seluas 3,5 miliar meter persegi, saat ini 70 persen yang sudah memiliki kekuatan hukum alias bersertifikat. Sisanya, 30 persen belum punya kekuatan hukum. Padahal, dengan harga tanah yang semakin mahal, akan banyak tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab bakal mengganggu tanah wakaf tersebut. “Kita menginginkan semua tanah wakaf memiliki kekuatan hukum. Jadi, dampaknya sangat berbahaya kalau tanah wakaf tidak memiliki kekuatan hukum,” tegas Direktur Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama Drs H Sutami MP kepada Damanhuri Zuhri dari Republika Selasa (29/5). Berikut ini hasil wawancara seputar permasalahan tanah wakaf:

Seberapa besar potensi wakaf tanah dilndonesia?

Potensi wakaf memang cukup besar, kalau ini bisa diberdayakan secara baik. Indikatornya, jumlah wakaf yang tercatat di Direktorat Wakaf Kementerian Agama sebanyak 420.003 lokasi di seluruh Indonesia. Kalau dimeterpersegikan mencapai 3,5 miliar meter persegi. Jika disambung panjangnya bisa Sabang sampai Merauke.

Dari 3,5 miliar meter persegi, alham-dulillah yang sudah tesertifikat sebanyak 70 persen. Tinggal 30 persen lagi yang lokasinya ada di daerah-daerah pedalaman, antara pulau-pulau, sehingga ada sedikit kesulitan. Untuk itu membutuhkan dana yang cukup besar. Di Kepulauan Riau, akses menuju tanah wakaf ada yang harus menggunakan speed boat, menggunakan feri yang untuk itu tentunya memerlukan biaya. Sedangkan kita pemerintah baru bisa menyubsidi sebagai dana stimulan itu Rp 1 juta per titik.

Bagaimana pemberdayaan wakaf selama ini?

Pemberdayaannya kita memang sedang menggalakkan, letapi alhamdulil-lah ada di beberapa titik di masyarakat sudah ada yang memberdayakan, seperti
memanfaatkannya bukan hanya keperluan ibadah, tapi untuk hal-hal yang sifatnya produktif. Umpamanya dibangun di atas wakaf itu bangunan ruko, ada juga yang dibangun di atas tanah wakaf itu kios.

Memang, dari sebagian kecil nadzir (pengelola wakaf) ada keinginan seperti itu. Tetapi, kita dari Kementerian Agama untuk memberikan motivasi kepada para nadzir, kita memberikan percontohan wakaf produktif. Alhamdulillah, dari 2005-2006 sampai 2010-2011, kita sudah memberikan contoh wakaf produktif di 42 titik. Nah, ini tersebar baru di 15 provinsi dengan bentuk kegiatan usaha yang sangat variatif. Untuk 2012, kita juga akan memberikan percontohan wakaf produktif sebanyak 12 titik.

Jika belum tesertifikasi, apa dampak yang bakal ditimbulkan?

Jelas, dampaknya sangat banyak. Dengan harga tanah yang semakin mahal, bukan hal mustahil para nadzir, para wakif (pemberi wakaf) bagi tanah-tanah wakaf yang belum mendapatkan kekuatan hukum, mudah diganggu oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, saya memiliki obsesi lambat atau cepat, kita menginginkan semua tanah wakaf itu memiliki kekuatan hukum. Jadi, dampaknya sangat berbahaya kalau tanah wakaf tidak memiliki kekuatan hukum.

Apa upaya pemerintah?

Oleh karena itu, yang pertama seperti saya katakan kita memberikan dana stimulan. Kedua, kita terus mendorong para pejabat di Kementerian Agama yang ada di tingkot kabupaten/kota mau pun provinsi untuk sama-sama menganggarkan untuk membantu para nadzir terbantu membuat sertifikat tanah wakaf.

Pada 2013 dialokasikan dana stimulan dari Direktorat Pemberdayaan Wakaf ini kita tingkatkan. Yang di 2012 hanya sekitar Rp 6 miliar. Pada 2013 kita upayakan dana stimulan mencapai Rp 10 miliar.

Yang kedua, kita mencoba mengada-kan pendekatan atau koordinasi kepada pemerintah daerah agar ikut berpartisipasi menganggarkan dana untuk penyertifikatan tanah wakaf. Ketiga, tiap-tiap daerah ada Baznas. Saya yakin tidak ada salahnya dana Baznas digunakan untuk membantu pembuatan sertifikat tanah wakaf.

Berapa biaya yang dibutuhkan?

Sebetulnya begini. Kita memberikan dana stimulan sebesar Rp 1 juta itu perhitungannya sebetulnya cukup. Tetapi, ada dana-dana yang tidak termasuk dalam kompo-nen itu, seperti adanya pengukuran. Nah,pengukuran ini kalau lokasinya dari pulau ke pulau, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi, kalau untuk dana administrasi di BPN, ya kita sudah memperhitungkannya cukup.

Kapan target sertifikasi tanah wakaf?

Saya memprediksi lima tahun selesai. In-sya Allah dalam waktu lima tahun, seluruh tanah wakaf yang tinggal 30 persen lagi, sudah bisa tesertifikasi seluruhnya. Cuma masalahnya yang 30 persen ini berada di daerah-daerah kepulauan yang memerlukan biaya cukup besar.

contoh surat wakaf (12)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: dampak, harga, hukum, Indonesia, Kementerian Agama, pemerintah, potensi, sertifikasi, sertifikat tanah, tanah