Home    

Pos Indonesia

Pos Indonesia, Pos Perjuangan | Setiap 27 September, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Bhakti Pos. Pada tanggal tersebut, 67 tahun lalu, insan pos yang tergabung dalam instansi PTT merebut kantor yang saat ini menjadi Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Bandung.

Peristiwa heroik ini telah diabadikan dalam Museum Pos yang berada dalam gedung yang sama Itulah bukti perjuangan fisik bangsa Indonesia yang bergerak di bidang perposan.

Namun, peijuangan nonfisik juga terjadi, misalnya terbitnya prangko—yang dicetak apa ada-nya/asal-asalan—seperti prangko pos militer di Solo serta prangko cetak tindih atas prangko yang masih beredar (peninggalan Nederland Indie atau Dai Nipon) yang ditindih cap/tulisan RI atau Indonesia atau daerah tertentu. Semua itu guna menunjukkan kepada dunia luar bahwa Peme-rintah RI eksis dan berfungsiBersempena Hari Bhakti Pos, tulisan ini lebih dimaksudkan untuk menggugah kesadaran kita agar peduli terhadap perfilatelian Indonesia.

Memang fungsi awai prangko adalah sebagai bukti atau alat bayar terhadap jasa pos yang telah mengirim surat ke alamat yang tertera pada surat Dalam perkembangannya, fungsi prangko bertambah luas.

Selain sebagai benda koleksi karena merupakan benda budaya yang kian langka, benda penelitian karena kita mendapatkan pembuktian yang tak terbantahkan terhadap fakta yang tertera dalam prangko, juga untuk penggalangan dana seperti pernah di-lakukan pemerintahan Bung Kamo mengumpulkan dana bencana alam dari masyarakat. Bahkan, ada sebuah negara yang menjadikan penerbitan prangkonya sebagai salah satu sumber pendapatan negara.

Wujud pengakuan

Sebenarnya, yang lebih mendasar dari fungsi prangko adalah bukti pengakuan suatu negara terhadap kedaulatan suatu negara lain di dunia Itu sebabnya pada saat awai kita berbangsa dan bernegara, yaitu setelah bangsa Indonesia memerdekakan diri dari penjajahan Belanda, para pejuang Indonesia yang bergerak di Pos, Telepon dan Telegraf (PTT, nama sebelum PT Pos Indonesia) memesan prangko—yang sung-guhan, bukan sekadar cetak tindih atau stempel—guna menunjukkan bahwa negara baru telah lahir, dibuktikan dengan beredarnya prangko resmi Indonesia.

Kala itu Indonesia memesan prangko dari Vienna (Eropa) dan Philadelphia (AS). Namun, Pe-merintah Belanda mengembargo prangko tersebut. Tujuannya tak lain guna mencegah diakuinya kedaulatan negara baru yang bernama Indonesia lantaran nama tersebut tercetak dalam prangko yang nantinya pasti beredar ke seluruh pelosok dunia.

Prangko pertama di dunia tercatat tahun 1840 dan di Indonesia pertama kali digunakan pada 1 April 1864. Perposan di Indonesia tak lepas dari dibangunnya jalan atas prakarsa Daendels, dua abad lalu, yaitu pembangunan jalan dari Anyer ke Penarukan yang beijarak sekitar 1.000 kilometer, yang kemudian dikenal sebagai Jalan Raya Pos (Groot Posweg).

Menurunnya minat berkirim surat menjadikan peran prangko ikut surat. Ini sebagai akibat logis karena berita tak lagi dikemas dalam surat atau telegram, tetapi dalam bentuk yang lain dan bersifat maya Walaupun demikian, bangsa Indonesia tak boleh lupa bahwa prangko memiliki peran

yang khas: telah dan akan selalu memberi jasa yang besar kepada negara Prangko sebagai benda teknologi memang sudah bisa di-anggap obsolete, umurnya diang-gap sudah habis. Namun, sebagai benda budaya, ia masih lestari. Apalagi sebagai benda kedaulatan negara, ia akan eksis terus.

Kita patut mencontoh AS, China, dan Singapura Walau teknologi di sana sudah tergolong sangat maju, mereka tetap menggelorakan kehidupan pos—khu-susnya filatelinya—bukan justru membunuhnya Menggelorakan filateli di Indonesia sudah menjadi tugas kita bersama. Mari kita songsong kompetisi filateli dan pameran prangko tingkat dunia yang dinamakan Indonesia 2012 pada 18-24′Juni 2012. Dirgahayu Pos Indonesia, berjuang terus untuk bangsa dan negara. |Soeyono Letjen TNI Purn | Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia

fungsi perangko (18),fungsi prangko (17),makalah pos indonesia (17),pengertian kantor pos (15),artikel pt pos indonesia (13),kegunaan perangko (11),makalah kantor pos (11),skripsi tentang pt pos indonesia (11),makalah pt pos indonesia (10)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: bangsa, Belanda, budaya, Bung Kamo, Hari Bhakti Pos, Indonesia, Museum Pos, Pos Indonesia, prangko, PTT, RI, Singapura Walau