Home    

Perbandingan Harga Gas Elpiji

Gas Industri Lebih Murah dari Elpiji | Kuala Lumpur — Harga gas yang dijual PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ke pelanggan industri masih lebih murah dibandingkan harga elpiji yang disubsidi pemerintah. Karena itu. Direktur Utama PGN Hendi P Santoso meminta pengusaha memahami kenaikan harga jual gas PGN untuk pelanggan industri dari sekitar enam dolar AS per mmbtu ke 10 dolar AS.

Kenaikan harga gas, kata Hendi, juga diberlakukan demi menambah pendapatan negara. Kenaikan tak bisa dihindarkan karena harga jual gas di hilir sudah lebih dulu naik. “PGN tidak mengambil kesempatan untuk menarik keuntungan. Karena itu, kita menyebutnya penyesuaian, bukan kenaikan harga,” jelas dia di sela gelaran World Gas Conference di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (5/6).

Menurut Hendi, kenaikan harga itu juga merupakan hasil dari negosiasi perseroan dengan forum yang mewadahi seluruh pelanggan. Sel sih harga gas yang tipis antara pasar ekspor dan domestik menjadi insentif bagi kontraktor kontrak kerja sama IKKKS) migas untuk melirik pasar dalam negeri.

Harga jual gas PGN naik terhitung mulai 1 Mei. Sebagian pengusaha keberatan dengan kenaikan ini dah meminta pemberlakuannya ditunda. Mereka juga meminta Kementerian Perindustrian menjadi mediator negosiasi harga gas dengan PGN. Hendi menganggap penolakan ini sebagai dinamika biasa.

Negosiasi penjualan gas ke PLN yang prosesnya masih berjalan. PLN meminta harga khusus dari PGN. Namun, dia berharap, PLN bisa memahami harga yang ditawarkan PGN.


Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: ekspor, gal elpiji, gas, harga, IKKKS, industri, Kementerian Perindustrian, Malaysia, pasar, PGN, PLN