Home    

Perang Terbesar dalam Sejarah

D-DAY 6 JUNI 1944
Perang Terbesar dalam Sejarah
TANGGAL 6 Juni bagi bangsa Indonesia bersejarah, yakni hari kelahiran Bung Karno. Bagi orang Amerika dan Eropa juga teramat penting diperingati, karena 6 Juni 1944 ysng kondang disebut D-Day merupakan cerita epik manusia pada suatu momen yang paling menyita tenaga fisik, mental, dan pikiran dalam hidup mereka di saat kengerian dan ketakutan, keruwetan dan kerumitan, serta kemenangan maupun kejayaan kehidupan terkulai secara nyata akibat ambisi diktator Jerman, Adolf Hitler.

Jika melihat film dokumentasi dan film ceri-tera perang, orang pasti mengatakan D-Day merupakan operasi militer paling besar dalam sejarah, karena melibatkan tiga juta tentara yang menyeberangi selat Inggris, ribuan kapal perang, pesawat, tank, meriam dan lain-lainnya.

D-Day yang juga disebut Invasi Normandia melawan pasukan Jerman yang tangguh. Mayoritas satuan tentara Amerika Serikat, Inggris, Kanada, disusul pasukan kemerdekaan Prancis dan pasukan Polandia ikut bertempur setelah fase pendaratan. Pasukan Belgia, Cekoslowakia, Yunani, Bolanda, dan Norwegia juga ambil bagian.

Serangan pasukan Sekutu diawali pendaratan parasut dan glider pada dini hari, serangan udara dan tembakan meriam dari laut untuk membuka jalan pasukan yang mendarat dengan amfibi. Konon, pasukan pantai Jerman sudah memberitahu komandannya di Paris bahwa ribuan kapal Sekutu menuju pantai. Tapi sang komandan tak percaya, bahkan memaki-maki anak buahnya.

Tapi ketika sang komandan mendengar laporan anak buahnya yang lain dan mendengar sendiri gelegar meriam dan bom, ia pun gelagapan mengerahkan pasukannya untuk memben-
dung tentara Sekutu. Namun Sekutu yang berusaha menembus garis pertahanan Jerman dan menyebar dari pantai tak mampu dibendung pasukan Jerman yang memang tak melakukan persiapan menghadapi serangan dadakan Sekutu yang dipimpin Jendral Eisenhower Panglima tertinggi Amerika.

Sehelumnya Tnggris yang dipimpin PM Winston Churchill, ingin menghindari serangan langsung seperti pada Perang Dunia I yang pasti akan menyebabkan banyak korban. Tapi bagi Amerika cara paling optimal dengan serangan langsung dari markas Sekutu yang paling dekat dan besar, dan 6.900 kapal, termasuk 4.100 kapal pendarat, 12.000 pesawat terbang, termasuk 1.000 pesawat pembawa penerjun payung, 10.000 ton bom disiapkan untuk menggasak pertahanan Jerman, Ke-1.000 pesawat ini melakukan 14.000 misi serangan.

Untuk melancarkan invasi, Sekutu punya mesin perang baru berupa tank yang bisa berenang Sherman Duplex Drive, tank pembersih raryau,,tank pembuat jembatan, tank pembuat jalanan, dan tank khusus untuk menghancurkan gcdung bcton. Juga dibangun dua pelabuhan buatan Mulberry Harbour agar bisa mendatangkan persediaan secara cepat, karena tidak ada pelabuhan laut di lokasi pendaratan.

Sekutu melancarkan pendaratan udara untuk mencegah serangan balik Jerman, mengamankan bagian samping pendaratan laut, dan melancarkan gerakan pasukan laut dari pantai. Tak sedikit pasukan udara Amerika yang mendarat dengan payung tapi jatuh di bangunan yang terbakar akibat pemboman, Sekutu menang dalam operang dua bulan dan menguasai Paris malam 23-24 Juli 1944, tapi 45.000 tentaranya tewas, 173.000 luka atau hi-lang.


Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: anak, Bung Karno, Jendral Eisenhower Panglima, JUNI, Mulberry Harbour, pantai, Paris, perang, Sehelumnya Tnggris, Sherman Duplex Drive, TANGGAL