Home    

Penyebab Penyalahguna Narkoba

Peer Pressure Negative
Penyebab Penyalahguna Narkoba
Keberadaan kelompok sebaya atau genk di kalangan remaja adalah suatu hal yang wajar dan boleh. Setiap orang, apalagi remaja pasti ingin punya kelompok dan ingin diterima di kelompoknya Bagi orang tua di keluarga atau guru di sekolahan peran pengawasan dan pembimbingan kepada anak atau siswanya yang membuat kelompok-kelompok tertentu ini perlu dilakukan secara intensif dan tindakan persuasif. Karena dalam pelaksanaannya, sebuah kelompok atau genk remaja ada sebuah tindakan yang diistilahkan peer pressure yaitu tekanan kelompok sebaya.

Tekanan kelompok sebaya, bentuk prakteknya adalah seseorang atau sekelompok orang memaksa pihak lain yang sebaya untuk berperilaku seperti kelompok atau dirinya. Peer pressure atau takanan kelompok sebaya ada yang positif dan negatif, disebut positif karena bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Disebut negatif karena merugikan, misalnya gabungan atau genk anak-anak yang suka bolos, genk motor balap liar, pemakaian atau penyalahgunaan narkoba, dan sebagainya. Meskipun ada dua jenis peer pressure, ada yang positif dan ada yang negatif, tetapi dalam pembahasannya lebih difokuskan pada tekanan kelompok sebaya yang negatif, guna untuk kewaspadaan serta pemahaman bersama untuk para orang tua, guru, dan remaja anak didik secara umum.

Pengertian Peer Pressure Negatif

Peer Pressure Negatif adalah desakan yang kuat untuk menyesuaikan diri dan menyetujui untuk berperilaku tertentu yang biasanya lebih banyak kerugiannya bagi orang yang menerima tekanan kalau dia menerima desakan tersebut. Pengaruhnya bagi si penerima adalah negatif. Hal-hal yang buruk bisa kelihatan menarik buatealon “korban”dan kelompok sebaya tersebut bisa membuat hal-hal buruk itu menjadi kelihatan bagus. Ada semacam kekhawatiran tambahan, bahwa anak-anak dalam kelompok tidak menyukai seseorang karena beda atau bakal menyangka orang luar atau sebagai orang yang aneh. Misalnya, akibat pengarah teman-teman sebaya seorang siswa atau remaja jadi sering membolos, merokok dan minum-minuman keras walaupun ia tahu itu perilaku yang tidak baik. Namun semua itu dilakukan karena takut dianggap tidak setia atau tidak gaul oleh teman-teman dalam kelompok apabila menolaknya.

Dalam hal perilaku menyimpang, remaja cowok memang lebih mudah terpengaruh teman dibandingkan dengan cewek. Tapi persahabatan antar cewek juga membuat mereka rentan berperilaku sesuai peer. Cewek biasanya lebih ingin menjalin hubungan harmonis dan hidup sesuai harapan peer growp-nya. Contoh mudahnya adalah kelihatan dari cara berpakaian satu genk cewek yang nyaris serupa. Gara-gara satu genk suka ikut ketularan. Apapun bentuknya, kelompok teman-teman dekat pasti akan memperngaruhi kita lewat waktu yang dihabiskan bersama. Kita sering belajar dari teman-teman dan mereka pun belajar dari kita. Ini sudah bawaan alami kita sebagai manusia.

Beberapa Taktik Peer Pressure

Ada 3 (tiga) cara peer pressure atau tekanan kelompok sebaya, yaitu berupa cara mendiamkan, cara kekerasan, dan cara “setia kawan”. Taktik ini perlu kita tahu dan paham, agar dapat mengantisipasi, serta menyikapinya secara bijaksana supaya anak didik dan remaja kita tidak masuk kedalam perangkap yang dilakukan oleh kelompok sebayanya yang menuju ke perbuatan negatif.

1. Cara Mendiamkan

Kelompok mendiamkan, menolak untuk berbicara dengan seorang teman yang akan dicadikan target atau calon “korban” sampai teman tersebut melakukan apa yang dinginkan oleh kelompok tersebut. Orang yang ditekan tidak diajak bicara atau didiamkan (bhs Jawa: dijoihakJ dijendilke), hingga dia menuruti atau mengikuti ajakan kelompok itu. Misal seorang siswa tidak mau membolos sekolah atau pakai narkoba, lantas dia diamkan Contoh, Lady menghadiri pesta teman kelasnya, pada saat itu ia diajak memakai narkoba. Saat itu Lady menolak secara tegas. Keesok harinya, semua teman-teman yang datang ke pesta tersebut mendiamkan Lady. Seminggu kemudian, salah seorang kelompok peer pressure memberitahu Lady, bahwa ia tidak akan diajak bicara kecuali dia mau mencoba narkoba pada pesta yang akan datang.

2. Cara Kekerasan

Perlakuan kekerasan bisa dilakukan secara phisik atau dengan kata-kata kasar, bahkan penghinaan. Misalnya seseorang yang tidak mau merokok dikatakan tidak macho atau maaf banci. Karena takut dikatakan tidak macho atau banci lantas ikut-ikutan merokok. Contoh lainnya, sebut saja Bandit mengajak seorang teman sekelasnya untuk m inum m inuman keras, tetap i temannya tersebut menolaknya. Yang terjadi kemudian Bandit mengajak temannya itu keluar ruangan, memaki-maki dan memukulnya dan sejak saat itu temannya tersebut tidak berani menolaknya setiap kali Bandit mengajak meminum minuman keras.

3. Cara “SetiaKawan”

Cara ini dilakukan menunjukkan kesetiaan atau bersimpati sebagai teman. Setiap ada kesulitan dibantu, uang dipinjami, keluhan atau curhat didengarkan. Lalu karena pertemanan setia itu, ia diajak melakukan perbuatan tertentu yang negatif, seperti memakai narkoba. Kata-kata manis dan halus yang membujuk, “ Kalau kamu betul betul teman setia seperti yang aku tunjukkan dan aku lakukan padamu, kamu jangan menolak ajakanku”. Padahal yang diajak itu perbuatan negatif yang dapat merugikan dirinya sendiri bahkan bisa juga orang lain. Merasa bahwa teman yang mengajak itu berjasa, maka seseorang yang telah “berhutang” jasa atau budi segan menolak ajakan itu. (Sumber: Buku Mengenal Penyalahgunaan Narkoba/BNN)

penyebab menggunakan rokok narkoba dan miras (11)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: anak, didik, guru, menerima, minuman, narkoba, Peer Pressure Negative, Penyebab Penyalahguna Narkoba, remaja, siswa