Home    

Penjualan Aset Tanah Luar Kota

Aset Tanah di Luar Kota Bakal Dijual | Salatiga (KR) – Aset berupa tanah milik Pemkot Salatiga yang berada di luar daerah bakal dijual. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Salatiga mulai Rabu (30/5) menurunkan tim telusur ke wilayah di luar kota melakukan pendataan aset yang dimiliki.

Kepala DPPKAD Kota Salatiga, Fakruroji kepada KR, Rabu (30/5) mengatakan, penelusuran ini dilakukan sekaligus untuk inventarisasi riil lahan eks bengkok tukar guling yang saat ini dimiliki pemerintah daerah di wilayah luar Salatiga. Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat produktivitas lahan tersebut. Direncanakan lahan yang tidak optimal atau tidak produktif tersebut, akan dijual.

’Tim telusur telah melihat kondisi lahan di Desa Karangte-ngah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Setiap hari, tim kami bersama lurah dan camat setempat akan keliling untuk mengetahui kondisi lahan tersebut,” jelas Fakruroji.

Setelah proses tersebut, pihaknya akan membentuk tim penjualan yang bertugas menghitung luasan tanah nonproduktif dan taksiran harga yang ditawarkan kemudian meminta persetujuan DPRD Kota Salatiga. Hasil penjualan lahan nonproduktif tersebut kemudian untuk membeli lahan baru yang berada di dalam Kota Salatiga sebagai aset pemerintah.

Berdasarkan data yang dihimpun KR di DPPKAD Salatiga, tanah aset daerah di luar Kota Salatiga sebanyak 54 bidang dengan luas 236.628 meter persegi (23,5 hektare), berada pada 51 lokasi atau lima kecamatan, yakni Kecamatan Pabelan, Bringin, Tuntang, Ambarawa, dan Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Puluhan lahan tersebut sebanyak 23 bidang atau 76.903 meter persegi sudah bersertifikat.


Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: Dinas Pendapatan, harga, Kabupaten Semarang, Kecamatan Pabelan, Kota Salatiga, KR, pemerintah, Pemkot Salatiga, Pengelolaan Keuangan, tanah