Home    

Mencegah Kebakaran

Risiko Kebakaran Menjalar Bisa Diantisipasi | Musibah memang bisa datang kapan saja, contohnya kebakaran. Ketika api mulai melahap satu rumah, kemungkinan si jago merah menjalar ke rumah lain hanya tinggal menunggu waktu. Namun, risiko ini bisa diantisipasi jika menggunakan bahan bangunan yang tepat.

Teknologi bahan bangunan memang ‘ semakin berkembang. Material yang digunakan pun lebih modem. Sebut saja mulai dari semen, rangka atap, hingga batu bata. Bagi sebagian orang, membangun rumah sama seperti membangun istana.

Oleh sebab itu, bahan-bahan yang digunakan dipilih yang berkualitas dan berusia panjang.

Proses membangun sebuah rumah memang tak terlalu lama. Namun, sebaiknya Anda pertimbangan berapa lama rumah tersebut akan dihuni. Semakin berkualitas bahan bangunan yang Anda gunakan, semakin kuat rumah tersebut.

Selain itu, Anda pun sebaiknya memperhatikan dampak penggunaan bahan bangunan tersebut terhadap kesehatan. Contoh mudahnya adalah cat rumah.

Jika Anda sembarang menggunakan cat, bayangkan akan seperti apa udara yang dihirup sekeluarga di rumah tersebut.

Antisipasi masa depan

Contoh lainnya adalah pada penggunaan batu bata. Terlihat sepele memang, tetapi memiliki pengaruh cukup besar pada masa depan. Selain batu bata merah yang biasa digunakan di banyak rumah, kini banyak orang yang menggunakan Aerated Autoclaved Concrete atau disebut juga batu bata ringan (bata ringan). Material ini merupakan bahan bangunan yang dihasilkan dengan proses teknologi modern melalui proses aerasi dan autoklaf.

Salah satu kelebihan bata ringan adalah memiliki kemampuan menyerap panas yang baik. Hal ini bisa membuat Anda menghemat energi dan biaya pemakaian AC. Selain itu, bata ringan pun memiliki kemampuan mengurangi suarabising dari luar lian terjadinya efek echo dalam ruangan.

Dari segi kesehatan, material yang satu ini merupakan material anorganik yang tahan terhadap serangan kutu atau serangga dan jamur. Kualitas udara dalam ruangan pun akan tetap terjaga karena material ini terbuat dari bahan-bahan anorganik yang tak mengandung bahan beracun.

Menariknya lagi, bata ringan bisa menghemat biaya pembangunan karena dapat mengurangi penggunaan semen dan mudah dikerjakan dalam pemasangan. Tak hanya itu, bata ringan pun dapat digergaji, dibor, dan dikerjakan dengan peralatan kayu biasa. Plus, sesuai dengan namanya, bata ringan berbobot sangat ringan sehingga bisa mengurangi beban konstruksi.

Sebagai informasi, salah satu produk bata ringan yang bisa ditemui di pasaran adalah LeichtBric. Terbuat dari bahan kimia anorganik yang tahan api, LeichtBric memiliki titik lebur di atas 1.593 derajat. celsius. Angka ini dua kali lebih tinggi dari suhu bangunan yang terbakar -sekitar 649 derajat celsius).

Jadi, bisa dikatakan, material yang digunakan di bangunan modern seperti Marina bays Sands-Singapnra ini memiliki daya tahan dinding yang lebih jika terjadi kebakaran. Penyebaran api akan terproteksi sehingga Anda tak perlu khawatir si jago merah merambat ke ruangan lain.

Hal ini sudah teruji karena LeichtBric sudah memenuhi standar BS 476 (British Standards) dan AS 1530.4 (Australian Standards).

Dalam hal kualitas, material ini memiliki pori-pori yang halus dan homogen sehingga kekuatan terhadap tekanannya lebih stabil. Produk ini juga memiliki keunggulan ekonomis, karena memiliki berat jenis 490 kg/meter kubik dan dilengkapi sistem Interlocking Blok yang bisa menghemat penggunaan semen instan.


Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: Aerated Autoclaved Concrete, bangunan, batu bata, batu bata ringan, batu ringan, biaya pembangunan, BS, cat rumah, instan, kebakaran, kelebihan bata ringan, memenuhi, modern, rumah, Sands Singapnra, semen instan