Home    

Kompetisi Melayani Konsumen

Kompetisi dalam bisnis tidak perlu menonjolkan sikap saling bermusuhan, apalagi saling mematikan. Biarkan kompetitor tetap hidup, bahkan jika kompetitor terus maju tidak perlu dipermasalahkan, asalkan kita harus jauh lebih maju.

Kompetisi tidak perlu ngotot memaksakan ‘dia atau saya yang mati.1 Dengan menggunakan konsep 7nl competitiveness indicators sebagaimana diuraikan terdahulu, kinerja kompetisi diukur dengan menggunakan tujuh indikator, yakni: sales (menjual lebih banyak), market share (penguasaan pasar yang semakin tinggi), customer awareness (dikenal baik oleh konsumen), customer image (persepsi konsumen terhadap produk sesuai ekspektasi perusahaan), customer satisfaction (kepuasan konsumen), customer loyalty (loyalitas konsumen terhadap produk dan perusahaan kita), stakeholder value (nilai manfaat/keuntungan yang diperoleh oleh para stakeholder), dan growth (peningkatan dari waktu ke waktu untuk semua aspek di atas).

Semua indikator kompetisi di atas perlu terus diukur dan dibandingkan dengan kompetitor, karena semuanya pen-ting. Bila dianalogikan dengan jika kita check-up kesehatan di rumah sakit, jika ada satu saja indikator kesehatan yang nilainya ‘jelek,’ maka kita sudah disebut sakit.

Sama halnya dengan manusia yang selalu menginginkan sehat, maka semua indikator kompetisi perusahaan harus berada dalam kondisi baik dan terus bertumbuh. Memenangkan kompetisi berarti kita berada dalam kondisi tumbuh lebih baik dibanding kompetitor.

Dalam kompetisi politik dan kemasyarakatan seringkali digunakan prinsip ‘balas dendam’ dan istilah ‘kebakaran jeng-got’ jika melihat ada pesaing yang tiba-tiba naik pamor melebihi dirinya. Tak heran jika kemudian teijadi saling menjelek-jelekkan pesaing.

Tetapi, hal ini tidak boleh terjadi dalam bisnis yang fair. Andai saja mereka yang saling berseteru memiliki prinsip bahwa ‘kompetisi itu indah,’ maka sesungguhnya energl yang digunakan untuk menghajar lawan bisa digunakan untuk memperbaiki layanan kepada konsumen

(pelanggan). Atau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang muara-nya pasti akan menaikkan pamornya.

Dakam kompetisi bisnis, tugas utama marketing bukanlah menghajar lawan (sebagaimana dalam praktek politik), tetapi adalah pencapaian customer awareness (dikenal baik oleh konsumen) dan customer image (persepsi konsumen terhadap produk sesuai ekspektasi perusahaan). Pemasaran juga mempunyai tugas penting untuk mendukung pencapaian kinerja selling (penjualan) berupa sales dan market share, serta kinerja service (pelayanan) berupa customer satisfaction (kepuasan pelanggan) dan customer loyalty (loyalitas pada produk dan perusahaan kita).

Perumusan strategi kompetisi diawali dengan perumusan tujuan berkompetisi, kemudian dilanjutkan dengan penetapan kompetitor sasaran utama (main target competitor). Penetapan kompetitor sasaran ditentukan setelah penelaahan mendalam atas para kompetitor dan posisi perusahaan atau produk kita dalam persaingan.

Penetapan kompetitor sasaran dilakukan bersamaan dengan penentuan sasaran yang dirumuskan setelah dilakukan segmentasi pasar, perhitungan potensi, dan pemahaman atas perilaku konsumen. Dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan perusahaan, produk, dan diri sendiri, selanjutnya dilakukan pemilihan strategi berkompetisi yang paling tepat dari pilihan alternatif yang tersedia.

Apapun pilihan stateginya, menuntut pemahaman mutlak atas perilaku, kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi konsumen yang biasa disebut dengan customer insight. Memberikan pelayanan lebih dari hal yang diharapkan oleh pelanggan akan menciptakan kepuasan pelanggan. Hal itu merupakan kunci suk-ses interaksi bisnis.

Usahakan agar para pelanggan (orang yang dilayani) merasa seperti raja yang harus dihormati dan dilayani dengan baik dan nyaman. Karena mereka adalah orang-orang yang menjadi sumber pendapatan yang menjaga kelangsungan usaha kita. Selamat terus berusaha menjadi yang terbaik dan menikmati hasilnya. | Nur Achmad Affandi | Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi DIY

indikator kepuasan konsumen menurut kotler (17),indikator kepuasan pelanggan menurut kotler (12),indikator kepuasan konsumen menurut para ahli (11)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: bisnis, istilah, kebakaran, kelemahan, kompetisi, pasar, politik, potensi, produk, strategi