Home    

Carport

Solusi lahan sempit

Kehadiran carport memang menjadi soiusi untuk mengatasi lahan yang sempit sekaligus menambah nilai estetik hunian. Meski begitu, penambahan carport yang terkesan aSal, bisa jadi malah membuat tampilan rumah tidak nyaman dipandang. Bagaimana perencanaannya seharusnya?

Beberapa kendala umum yang biasanya dijumpai dalam pembangunan carport ialah didesain tidak sesuai dengan model rumah. Selain itu, juga banyak ditemui proporsinya yang tidak seimbang dengan space ruang luar yang tersedia, mengakibatkan sulitnya udara dan cahaya masuk ke dalam rumah.

Sederhana Namun Menarik

Pada awainya, carport hanyalah halaman rumah yang berfungsi sebagai jalan lewat. Dewasa ini, keberadaan carport menjadi kebutuhan pemilik rumah tipe kecil, sedang, maupun besar.

Carport merupakan area atau tempat untuk memarkirkan kendaraan. Biasanya kendaraan roda empat yang bersifat sementara atau tidak permanen. Penggunaan area carport juga dapat berguna sebagai area multifungsi, ya’rtu sebagai taman atau ruang luar jika tidak ada mobil. Biasanya juga digunakan sebagai kanopi untuk menutupi jalan masuk ke dalam rumah baik ke pintu utama atau pintu daerah service.

Bagi Anda pemilik kendaraan namun memiliki keterbatasan dalam lahan dan biaya, carport adalah soiusi tepat. Anda tidak usah membangun garasi yang biayanya jauh lebih mahal.

“Keberadaan carport merupakan area yang efisien, karena tidak ada dinding pembatas yang solid (batu bata) atau pintu khusus (pintu garasi). Bisa juga tidak memiliki atap karena terletak di luar bangunan utama rumah yang tidak permanen seperti halnya garasi,” ujar Arsitek Sontang Muhammad Siregar.

Dalam menentukan desain carport, Anda tidak perlu memikirkan desain yang rumit seperti halnya bagian interior rumah. Buatlah desain carport yang sederhana namun menarik.

Menarik di sini tak harus mewah, Tetapi desain carport yang sesuai dengan desain rumah secara keseluruhan.

Jika rumah Anda bergaya minimalis, maka desainlah carport bergaya minimalis dengan minim hiasan. Anda bisa menggunakan carport dengan atap berpola grid ataupun melintang berjajar. Untuk rumah bergaya tradisional, gunakanlah bahan material yang juga konvensional, seperti kayu.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan ialah s pace ruang luar yang tersedia di dalam rumah Anda. Untuk mobil citycar, Anda memerlukan space sekitar 2,5 m x 4,5 m. Sedangkan untuk minibus, diperlukan space seluas 3 m x 5 m.

“Letak carport sendiri diharapkan dapat diakses dengan mudah pencapaiannya, memudahkan manuver kendaraan dari jalan masuk ke area rumah, baik manuver untuk masuk maupun ke luar rumah,” terang Sontang yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ini.

Buatlah carport sesederhana mungkin. Anda bisa membangunnya tanpa atap. Minimal ada pengerasan di tanah untuk menahan beban kendaraan pada posisi jalan atau diam (parkir).

Jika memungkinkan diberi atap, usahakanlah atap yang sederhana untuk memudahkan pemeliharaan. Pada atap carport yang berupa atap datar dan direncanakan tanpa talang, perhatikan kemiringan dan arah jatuhnya air hujan.

Hindarilah terjadinya genangan air karena sudut kemiringan yang salah ataupun teras yang becek terciprati air hujan.

Memilih Material

Pemilihan material atap juga diusahakan sekuat mungkin memperhatikan faktor cuaca. Anda bisa menggunakan besi atau beton untuk kolom strukturnya. Yang paling penting, pilihlah materi yang sesuai dengan budget Anda.

Atap dari beton memang bagus digunakan, namun karena pengerjaannya yang cenderung lebih lama dan banyaknya alat bantu maka biayanya akan sedikit lebih mahal.

Cara lainnya, Anda bisa menggunakan atap transparan. Bisa menggunakan material kaca tempered, acrylic, maupun polycarbonat.

“Perhatikanlah kebutuhan cahaya yang diperlukan. Hindarilah overlighting untuk menjaga keawetan material interior mobil. Sarannya, Anda bisa menggunakan atap kombinasi, yaitu atap beton untuk tahan cuaca dan kaca untuk penerangan di siang hari (skylight) secukupnya,” ujar Sontang, lulusan Arsitektur Universitas Trisakti.

Untuk memilih material lantai carport, usahakanlah memilih material yang mudah dibersihkan tanpa perlu perawatan khusus. Selain itu buat kemiringan agar air dapat turun dengan leluasa. Beberapa material yang bisa Anda gunakan antara lain: paving block, con block, grass block, batu alam, cor beton, atau koral tabur.

desain carport minimalis (32),desain lantai carport (21),lantai carport minimalis (19),carport rumah minimalis (15),model carport minimalis (15),kemiringan kanopi (14),carport minimalis (11),model carport rumah minimalis (11),carport beton (10)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: air, Arsitektur Universitas Trisakti, atap transparan, bangunan, batu bata, carport, halaman, lantai carport, Memilih Material, mobil, rumah, tanah, tradisional