Home    

Aset Saphir Square Bermasalah

LBH ingatkan Masyarakat | Aset Saphir Square Bermasalah | Yogya (KR) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta mengingatkan kepada masyarakat luas untuk berhati-hati dalam melakukan jual beli aset-aset PT Saphir Yogya Super Mall (SYSM). Hal tersebut untuk menghindari tuntutan hukum dari pemilik unit kios Saphir Square. Mengingat PT SYSM bukan lagi pemilik unit-unit kios Saphir Square.

Hal tersebut dikemukakan M Irsyad Thamrin, LBH Yogyakarta yang menjadi tim kuasa hukum 17 orang pemilik kios di Saphir Square. LBH Yogyakarta merasa per-lu menginformasikan ke masyarakat karena pada Jumat (8/6), Tim Kurator mengumumkan lelang eksekusi har-ta pailit PT SYSM di iklan koran.

“Klien kami a dai ah pembe-

li yang sah atas beberapa satuan kios yang berada di Saphir Square, yang pengoperasiannya di bawah PT SYSM (dalam pailit)kata Irsyad Thamrin dalam siaran pers yang diterima KR, Jumat (8/6).

Dikatakan M Irsyad Tham-
rin, kliennya sudah membeli kios dengan kepemilikan Satuan Rumah Susun Non Hunian (Hak Milik Strata Title). Cara pembelian di-lakukan dengan tunai dan sebagi ain kecil membayar lunas dengan pinjaman dari Bank Bukopin.

Dikatakan Irsyad, setelah kliennya melunasi seluruh pembelian atas satuan kios, ternyata PT SYSM sampai sekarang tidak pernah me-nepati janjinya dengan menyerahkan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Non Hunian. Bahkan tanpa sepengetahuan dan sepertujuan kilen, PT SYSM membebankan hak tanggungan atas Sertifikat yang menunjukkan di atas tanah tersebut berdiri bangunan Saphir Square, dimana satuan kios yang sudah dibayar lunas kepada Bank Bukopin.

Pada akhimya setelah melalui serangkaian upaya termasuk di dalamnya penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), akhirnya PT SYSM dinyatakan pailit dengan segala akibat hukum-nya.


Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: Bank Bukopin, cara pembelian, hukum, iklan, masalah, Saphir Square, tanah