Home    

Polutan Air Polutan Kimiawi

Di banyak tempat di dunia, orang seringkali membuang air limbah rumah tangga, termasuk dari toilet dan dapur langsung ke saluran air. Di sebagian tempat, air kotor ini diolah terlebih dulu oleh suatu sistem pemurnian air untuk menghilangkan kotoran dan polutan lainnya sebelum disalurkan ke pembuangan akhir yang biasanya adalah laut. Akan tetapi proses ini tidak akan menghilangkan semua polutan, contohnya bahan kimia yang terdapat dalam thincr dan posphat yang banyak terkandung dalam deterjen.

Polutan kimiawi air berupa substansi yang dapat larut dalam air. Bahan kimia dapat masuk ke dalam air melalui proses alami seperti pelepasan mineral dari tanah, batu, dan kandungan mineral lainnya. Bahan kimia juga dapat masuk ke dalam air sebagai produk sampingan dari suatu proses industri, pembangkit listrik, atau melalui penggunaan bahan kimia dan rumah tangga.

  • Organik: minyak dan pewarna, detergen sintetis, hidrokarbon yang mengandung klorin (DDT, PCBs) phenol dan asam karboxilic, karbohidrat dan gula.
  • Anorganik: asid, bikarbonat, alkali, klorin, garam besi, nitrat, phospat, sulfat, hidrogen sulfida, dan isotop radioaktif.

Sampah di Air

Ketika jumlah sampah sudah terlalu banyak, ia dapat menimbulkan permasalahan—baik di air maupun di pantai. Sampah dapat mengancam kehidupan, bahkan membunuh makhluk hidup. Sebagai contoh, ribuan burung dan mamalia laut mati setiap tahunnya setelah memakan atau tersangkut pada plastik yang mengapung di laut dan mangrove.

Jalan Raya

Minyak, sampah, dan benda lain yang terdapat dijalan dibawa oleh parit dan saluran air. Di banyak tempat, parit-parit ini langsung dialirkan ke laut.

Limbah Industri

Pabrik yang menghasilkan bahan kimia, kertas, obat-obatan, baja, dan produk lainnya menghasilkan banyak limbah. Dulu, industri-industri ini bisa bebas membuang limbahnya langsung ke laut. Tapi di beberapa tempat, sudah mulai ada undang-undang yang membatasi ini. Mereka harus terlebih dulu mengolah limbahnya sebelum dibuang ke laut. Peraturan seperti ini dapat sangat membantu mengurangi polusi, namun semuanya tergantung pengawasan. Bahkan banyak yang menganggap bahwa kontrol tidak cukup ketat dalam menjaga sistem perairan.

polutan air (255),polutan di air (37),pengertian polutan air (28),contoh polutan air (16),polutan kimiawi (15)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: air, DDT, garam, industri, listrik, mengandung, mineral, produk, rumah, tanah