Home    

Pengertian Jerawat

Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak {sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran follicle rambut dan pori-pori kulit. Daerah yang mudah terkena jerawat (bahasa Inggris: acne) ialah di muka, dada, punggung dan tubuh bagian atas lengan.

Mayoritas orang, baik laki-laki maupun perem-puan, pernah mengalami munculnya jerawat di wajah. Kalau dalam jumlah dan frekuensi yang wajar sepertinya tidak menjadi masalah. Akan tetapi kalau dalam jumlah banyak dan frekuensi sering baru menjadi masalah.

Jerawat memang salah satu masalah kulit yang umum dan kerap mengganggu. Bukan hanya bikin kulit jadi tak nyaman karena rasa nyeri yang ditimbulkannya, tetapi juga bisa membuat penampilan wajah jadi kurang enak dilihat. Bahkan bila jerawat yang

diderita cukup parah, bisa meninggalkan bekas berupa flek hitam atau bopeng dan kulit tampak seperti papan parut. Terbayang, kan, pasti akan minder bila harus punya wajah yang tak bersahabat seperti itu.

Jerawat memang merupakan masalah yang kerap mengganggu penampilan, terutama pada wanita. Namun, seringkah orang mempercayai mitos yang berkembang di masyarakat yang mengaitkan jerawat dengan masalah kebersihan atau akibat banyak mengonsumsi makanan berlemak.

Pada dasarnya jerawat muncul akibat adanya sumbatan di saluran kelenjar minyak yang kemudian terinfeksi bakter[propionibacterium acnes. Dan terjadilah proses inflamasi atau peradangan, sehingga timbullah jerawat. Sedangkan jerawat yang kemudian tampak, baik itu yang berukuran kecil tanpa peradangan (komedo), yang meradang dan bernanah di puncaknya, hingga yang sebesar biji jagung atau umumnya disebut jerawat batu (cystic acne), pada dasarnya memiliki penyebab yang sama. Hanya tingkat keparahannya saja yang berbeda. Dan tingkat keparahan ini yang di sumbang oleh berbagai latar belakang.

Jerawat bisa diderita hampir setiap orang, pria maupun wanita. Yang membedakannya adalah perbedaan jumlah, lokasi atau temp at terjadinya jerawat tersebut, serta derajat gejala yang ditimbulkannya. Hampir sekitar delapan puluh persen jerawat mulai terjadi pada saat memasuki masa puber atau pubertas pada usia sekitar 13-17 tahun, pada pria maupun wanita. Kemudian disusul dengan kejadian jerawat secara fisiologis pada usia 25-40 tahun yang dikenal dengan istilah jerawat terlambat.

Jerawat jarang terjadi pada masa anak-anak, namun tidak berarti tidak ada bayi atau anak-anak mengalami timbulnya jerawat. Di Amerika Serikat, jumlah perempuan yang mengalami jerawat sekitar empat puluh juta penduduk. Masa menjelang menopause sekitar usia 40-49 tahun dan masa menopause tidak luput dari adanya jerawat.


Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: acne, anak, frekuensi, istilah, jerawat, makanan, mengganggu, minyak, penampilan, pubertas, rasa, wanita