Home    

Media tanam Vertikultur

Bambu baik, paralon pun boleh. Mengapa hasil panen kebun vertikultur bisa lebih banyak, terjamin kebersihannya, dan bebas dari pencemaran pestisida?

Berbeda dengan cara tanam konvensional di atas permukaan tanah, tanaman vertikultur dibudidayakan di dalam pot secara bertingkat dengan media tanam yang dibuat steril sehingga bebas dari cendawan. Gangguan hama seperti serongga, ulat, cacing, atau bak-teri, juga bisa dihindarkan karena tanaman tidak berhubungan dengan permukaan tanah dan media tanam terlindung oleh pot. Biascmya pot diletakkan + 25 cm di atas tanah. Karena itu pula kebun tanaman ‘vertikultur bebas dari terjangan banjir (asai bukan banjir bandang!).

Tapi tentu saja ketekunan dalam pemeliharaannya sangat diperlukan. Pagi dan sore hari tanaman perlu disirami sambil diperiksa, siapa tahu ditemukan ulat, hama, atau serangga pengganggu pada tanaman.

Karena cara tanam dibuat dengan sistem bertingkat maka jumlah tanaman yang ditanam lebih banyak daripada cara tanam konvesional. Kebun vertikultur memang memerlukan pot. Anda bebas memilih pot yang hendak dipakai. Tapi pada dasarnya ada dua jenis – kalau dilihat dari bentuknya: pot biasa (dari tempurung kelapa atau gera-bah). dan pot berupa pipa atau :abung memanjang. Ka-iaupun tidak menggunakan pot, bisa pula menggunakan kantung plastik yang nantinya ditempatkan di rak-rak bertingkat. Penyusunannya pun bisa dibikin rapat. Menurut Ir. L. Widarto, alumnus Fakultas Teknologi Pertanian” UGM, cara ini di-namai vertikultur dempet.

Jika memilih pot biasa, Anda perlu tali untuk menggantungnya. Setiap gantungan bisa terdiri atas tiga atau empat buah pot yang disusun bertingkat-tingkat (lihat gam-bar). Kalau lebih suka pot yang memanjang, Anda perlu menyediakan bahan yang akan dipakai sebagai pot, entah dari bambu, papan kayu, gerabah, atau paralon. Pot berupa tabung memanjang ini bisa ditidurkan (horizontal) atau ditegakkan (vertikal) dalam pemasangannya.

Bahan pot horizontal yang sudah dipotong-potong dengan ukuran panjang tertentu, 1 – 2 m, dilubangi dengan membuang sepertiga bagian atas-nya secara memanjang untuk tempat tanaman. Sedangkan pada pot vertikal dibuat lu-bang setiap 10 – 30 cm tergantung besar kecilnya tanaman.

Ada tiga cara penyusunan jika Anda memilih pot horizontal: susunan tunggal, bertingkat menyerupai rak, atau digantung. Pot horizontal tunggal cocok untuk tanaman cabe, tomat, mentimun atau terung. Yang horizontal bertingkat sesuai untuk jenis tanaman berbatang kecil dengan perakaran pendek, seperti tanaman pada pot vertikal. Cara pemupukan dan pendangirannya sama seperti dalam pot biasa. Jarak antar-pot yang optimal antara 30 -50 cm, tergantung pada besar tanaman.

Pot apa pun yang dipilih sebenarnya sama baiknya. Namun khusus untuk pot vertikal dan horizontal perlu diperhatikan pemilihan bahan dan juga ketersediaannya di sekitar tempat tinggal Anda. Kalaupun semua bahan pot gampang didapat, keunggulan dan kelemahannya perlu dir pertimbangkan.

Pot dari gerabah, misalnya, lebih murah harganya dibandingkan dengan bahan lain, hingga perakaran tanaman leluasa bernapas. Bahkan pot ini bisa dipesan pada pembuat gerabah dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan selera. Sayang-nya, pot dari gerabah mudah pecah kalau tidak hati-hati penanganannya. Pot bambu juga murah, tapi cepat lapuk.

Berbeda dengan bambu atau gerabah, pot dari paralon memang lebih kuat dan tahan lama, tapi harganya relatif lebih mahal. Ia tidak berpori, sehingga ketersediaan oksigen dalam tanah lebih sedikit. Untuk mengatasinya, bisa saja dengan membuat lubang-lubang halus. Di sam-ping itu, pot dari paralon perlu lubang drainase pada bagian bawahnya agar tanaman tidak terhambat pertumbuhannya atau malah mati karena media tanam kelebihan air.

media tanam vertikultur (70),vertikultur paralon (50),tanaman vertikultur (49),cara menanam vertikultur (23),vertikultur pdf (22),macam-macam vertikultur (21),cara membuat vertikultur (18),cara membuat rak tanaman (15),vertikultur tanaman (13),vertikultura (13),cara membuat media tanam vertikultur (12),media vertikultur (11),pot vertikultur (11),cara membuat tanaman vertikultur (10),cara membuat rak vertikultur (10)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: air, jarak, kebun, tanah, vertikultur