Home    

Jumlah Perokok Kalangan Remaja

31 Mei Hari Tanpa Tembakau | Perokok Kalangan Remaja Meningkat | Yogya (KR) – Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 prevalensi perokok usia 10 tahun ke atas laki-laki 55,7 persen, sementara Riskesdas 2010 prevalensi perokok 15 tahun ke atas 65,9 persen. Proporsi perokok usia 15-24 tahun 2007, tercatat 24,6 persen, tahun 2010 mencapai 26,6 persen. Jumlah perokok remaja tidak menurun malah meningkat.

“Tingginya jumlah perokok di Indonesia berjalan seiring dengan meningkatnya penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Tahun 2009 WHO menyebut angka kematian akibat mengkonsumsi rokok sekitar 5 juta dan akan meningkat menjadi 8 juta setahun pada tahun 2030,” kata Koordinator Quit Tobacco Indonesia (QTI) Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Yayi Suryo Prabandari PhD, Rabu (30/5).
Menyongsong Hari Tanpa Tembakau hari ini 31 Mei 2012 Yayi Suryo mengatakan, kegiatan pengendalian tembakau dan rokok dilakukan sebagai kontribusi dunia akademis untuk menanggulangi penyakit akibat rokok. Perkiraan total biaya medis karena penyakit terkait tembakau untuk pelayanan rawat inap di Indonesia tahun 2008 Rp 15,4 triliun dan untuk pelayanan rawat jalan Rp 3,3 triliun.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr Sarminto kepada wartawan mengungkapkan, jumlah perokok di Indonesia menduduki peringkat tiga di dunia setelah China dan India. Lebih dari 68 juta penduduk Indonesia (30 persen populasi) adalah perokok. Di DIY jumlah perokok mencapai 31 persen.

artikel merokok di kalangan pelajar (16),jumlah perokok remaja di indonesia (16),jumlah perokok di indonesia tahun 2012 (14),artikel tentang rokok di kalangan pelajar (13)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: China, India, Indonesia, mencapai, perokok, remaja, rokok, tembakau