Home    

Dampak dan Pengaruh Polutan terhadap Kualitas Air

Endapan atau Sedimen

Partikel tanah, pasir, lumpur, tanah liat, dan mineral yang terbawa dari darat akan mengendap di sungai, daerah rawa, dan laut. Dalam jumlah yang besar material tersebut dapat digolongkan sebagai polutan. Proyek pembangun konstruksi seringkali menyisakan sedimen dalam jumlah besar. Penebangan pohon juga mengakibatkan terbawanya sedimen. Sedimen bisa menumpuk di saluran air atau pelabuhan, sehingga nantinya akan membutuhkan pengerukan—dan pengerukan itu sendiri akan menyebarkan sedimen. Sedimen ini dapat menyebabkan lemasnya ikan dan kerang-kerangan karena dapat menyumbat insang mereka. Ia juga membuat air menjadi keruh dan menghalangi sinar matahari untuk mencapai rumput laut dan terumbu karang, akhirnya menyebabkan mereka mati.

Produk Perminyakan

Minyak dan produk lainnya, seperti bensin dan minyak bakar, dapat mencemari laut melalui kapal, penyulingan minyak, pembangkit listrik, pompa bensin, dan aspal jalan. Minyak yang tumpah dapat membunuh kehidupan laut (ikan, burung, kerang, dan tumbuhan laut). Minyak yang tumpah menjadi kental dan pasir menjadikan keras sehingga cacing, moluska, dan hewan lainnya tidak bisa hidup di sana. Burung tidak akan bisa terbang kalau bulunya dipenuhi minyak. Kerang, kepiting, dan anak ikan akan keracunan. Minyak tanah, bensin, dan karosen bisa mencemari air tanah melalui tangki penampungan yang bocor.

Sampah atau Kotoran Hewan dan Manusia

Kotoran manusia yang tidak diolah secara benar atau tidak ditampung dalam sistem tangki septik yang aman, tapi langsung dialirkan ke air, mengandung bakteri dan virus yang berbahaya. Typhoid, polio, kolera, disentri, diare, hepatitis, flu adalah contoh-contoh penyakit biasa yang dapat disebabkan oleh bakteri dan virus dari air yang tercemar. Sumber pencemar paling utama adalah kotoran yang langsung dibuang ke air. Manusia dapat terinfeksi bakteri ini dengan cara minum air yang terkontaminasi. Seringkali banjir dapat menyebabkan peningkatan kadar bakteri dari kotoran dalam air. Kotoran juga sebenarnya dapat berfungsi sebagai pupuk. Tapi juga dapat mengganggu dengan cara meningkatkan zat-zat tertentu.

Sampah Organik

Sampah rumah tangga, tempat memproses makanan, pabrik kertas, dan pengolahan kulit menghasilkan sampah organik yang menjadi makanan bakteri. Jika sampah ini terlalu banyak, maka jumlah bakteri juga semakin banyak yang menggunakan oksigen air. Makhluk air, seperti ikan, akan mati karena kekurangan oksigen.

Bahan Kimia Anorganik

Detergen, pestisida, dan bahan kimia sintetis industri dibuang ke air. Kebanyakan bahan ini beracun bagi ikan dan dapat membahayakan manusia. Bahan-bahan ini dapat mengubah rasa dan menimbulkan bau tak sedap yang biasanya susah ditangani. Sebagian kadang sangat beracun, bahkan dalam jumlah sangat kecil sekalipun. Kimia anorganik dan bahan mineral, sampah padat, dan garam besi seringkali ditemui dalam air. Biasanya berasal dari pertambangan dan industri, ladang minyak, pertanian, dan dari sumber alami. Bahan-bahan kimia ini mengganggu aliran sungai dan proses penyaringan oleh rawa. Juga membuat rusak alat pengolah air dan meningkatkan biaya perawatan kapal karena bersifat korosif.

dampak polutan (70)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: air, Bahan Kimia Anorganik, bakteri, burung, ikan, mengganggu, minyak, Produk Perminyakan, Sampah Organik, tanah