Home    

Cara hewan beradaptasi di rawa mangrove

Hewan hutan mangrove harus mampu bertahan hidup, makan, dan berkembangbiak di tempat yang didominasi oleh lumpur dan air, di mana jumlah air dan lumpur tersebut selalu berubah. Ketika air pasang, rawa akan digenangi air. Sebaliknya ketika surut, volume air akan menjadi sedikit. Kolam-kolam air asin memiliki suhu yang dingin di malam hari, namun suhunya hampir mendekati mendidih pada siang hari. Kolam yang pertama kali dibentuk oleh hujan bisa menjadi sangat asin pada musim kemarau dan dengan tiba- tiba pula bisa dipenuhi oleh air tawar ketika hujan datang. Makanan memang berlimpah tapi bisa saja sangat asin, tidak bisa dicerna atau kadang-kadang dalam bentuk partikel yang sangat kecil.

Hewan memerlukan adaptasi khusus untuk hidup dan makan dalam lingkungan yang sangat cepat berubah ini. Sebagai contoh, kepiting mangrove memiliki kaki yang banyak untuk menopang berat badannya agar tidak terbenam di dalam lumpur dan supaya dapat bergerak di permukaannya untuk melahap makanan seperti daun Rhizophora sp. yang jatuh ke lumpur. Ketika tidak sedang mencari makan, hewan ini juga membutuhkan tempat aman untuk berlindung, jika tidak mereka akan dimangsa. Kepiting juga menggali lobang di lumpur untuk bertahan hidup.

Berikut ini adalah beberapa hal yang diberikan oleh habitat mangrove terhadap beberapa spesies burung:

Akar Rhizophora sp menyediakan tempat bertengger dan berburu bagi burung bangau.

Semak-semak daerah rawa memberikan perlindungan kepada burung untuk bersembunyi di dalamnya dan tempat yang nyaman untuk bersarang.

Kerindangan mangrove, merupakan tempat bersarang bagi bangau dan tempat berburu serangga bagi jenis burung lainnya.

Lobang di batang Xylocarpus sp. memberikan tampat bersarang bagi burung beo dan burung pelatuk.

Hamparan rumput menyediakan tempat teduh di sekeliling kolam yang merupakan tempat bersarang burung laut, raja udang, dan lainnya.

Burung beradaptasi sesuai dengan postur tubuh, tempat mereka hidup dan makanan. Bangau yang berkaki panjang dengan paruh yang besar dan kuat mampu menyeberangi air yang dalam untuk menangkap ikan, kodok atau kepiting. Sedangkan bangau yang lebih kecil memiliki kaki yang pendek tapi sangat cepat. Bangau jenis ini berdiri di akar mangrove dan menangkap ikan yang berenang di air. Jenis bangau lainnya terbang di permukaan air dan mencelupkan kakinya ke air dan berburu ikan-ikan yang tidak dimakan oleh bangau besar dan yang kecil.

Bangau berleher hitam memiliki paruh yang tajam yang dapat mengambil makanan di dasar lumpur. Berbagai jenis burung yang berbeda ini memiliki kemampuan yang berbeda untuk digunakan di tempat yang berbeda pula. Dengan cara ini mereka tidak bertarung untuk berebut makanan di satu tempat yang sama. Ada yang mencari makan di sela batu, ada pula yang menyelam di dalam laut untuk menangkap ikan.

Adaptasi memungkinkan berbagai spesies untuk hidup berdampingan di tempat yang sama.

 

 

makalah rawa (29),hewan rawa (16),adaptasi kepiting (11),cara adaptasi hewan (11)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: adaptasi, air, Akar Rhizophora, burung, hewan, makanan, mangrove, Rhizophora, spesies