Home    

Bangga Jadi Guru

Aku Bangga Jadi Guru | BELUM lama ini saat para murid merasa bosan dengan pelajaran, penulis membuat sebuah ice breaking untuk memecah ke-bekuan suasana. Setiap anak penulis diberi selembar kertas bu-ram, kemudian diminta mengingat masa kecilnya. Setelah itu, mereka penulis minta untuk menguangkan cita-cita yang pernah mereka impikan ketika mereka masih kecil dalam bentuk cerita sepanjang 5 sampai 8 bans pada kertas.

Setelah selesai penulis meminta setiap siswa untuk menuliskan ciri mereka masing-masing tanpa menyertakan nama mereka pada kertas tersebut, kemudian setelah dikumpulkan, penulis membagikan kertas tersebut secara acak. Setiap siswa diminta untuk maju dan membacakan kertas yang mereka dapat, sedangkan siswa lain menebak siapa penulisnya.

Luar biasa ketika satu persatu siswa maju, para siswa menjadi antusias sekali mendengarkan temannya yang sedang membacakan kertas milik teman lain. Berdasarkan kegiatan tersebut ternyata para siswa teringat kembali, bahwa mereka memiliki cita-cita yang tinggi di masa kecilnya, ada yang ingin menjadi guru, dok-ter, pramugari, pilot, astronot, insiyur, polisi dan masih banyak lain-nya.

Penulis sebagai seorang guru merasa trenyuh, terharu dan bangga. Ternyata, anak didik penulis mempunyai cita-cita mulia. Begitu juga dengan anda mungkin juga mengalami hal sama. Walaupun gaji kita sebagai seorang guru honorer tak dapat untuk mencukupi kebutuhan hidup, tapi sungguh profesi yang kita jalani ini pekerjaan mulia yang tidak ada duanya. Dokter, guru, polisi, jurnalis, pilot dan lain sebagainya merupakan produk nyata dari lem-baga pendidikan yang kita kelola selama ini. Oleh karena itu. tidak sepantasnya apabila kita mengeluh dengan profesi yang kita gelu-ti ini. Dengan menjadi guru, kita telah menjadi motivator besar ba-gi anak untuk mewujudkan impian dan cita-cita mereka.

Adapun kegiatan ice breaking seperti di atas, selain memecah kebekuan juga memiliki dampak positif pada para siswa. Pertama, mereka bisa mengenal karakter teman-teman sekelasnya mulai dari sifat hingga cita-citanya, sehingga terjadi keakraban dan bertambahnya tali persaudaraan antar sesama siswa. Kedua, memotivasi siswa, bahwa mereka orang-orang hebat yang memiliki cita-cita luar biasa dan berkumpul dengan orang-orang yang luar biasa pula. Ketiga, menambah motivasi belajar mereka untuk kembali bangkit dari kemalasan untuk mewujudkan impian dan cita-cita mereka.

Pada akhirnya, kita tak perlu pesimis dengan masa depan bangsa kita. Walaupun kini serba semrawut, tapi di balik itu, masih banyak generasi muda yang memiliki semangat dan cita-cita tinggi dan mulia. Kelak mereka akan menggantikan kedudukan generasi sekarang.

(Ahmad Anis Abdullah SSi. Guru MA Nurul Ummah Kotagede Yogya)

artikel tentang guru (133),kliping mengenai pengusaha (28),cerita tentang cita cita menjadi guru (13),bangga menjadi guru (12),cerita cita cita menjadi guru (12),cita-cita menjadi guru (12),artikel mengenai guru (11),contoh artikel tentang guru (11),karangan tentang guru (11)

Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: anak, ciri, didik, gaji, guru, karakter, kertas, Pendidikan, produk, siswa