Home    

Alat Peringatan Dini Tsunami

Kawasan Rawan Tsunami Tanpa Alat Peringatan Dini
WATES (KR) – Panjang garis pantai sekitar 32 km dengan posisi menghadap laut Samudera Hindia di wilayah Kabupaten
Kulonprogo, tidak tersedia satu pun alat peringatan dini gempa yang berpotensi tsunami.
Staf Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BM-KG) Jakarta, Nur Pujiyono, menjelaskan sepanjang pantai laut
selatan Kulonprogo termasuk kawasan rawan tsunami. Kawasan itu padat penduduk dan aktivitas warga di lahan pesisir
cukup tinggi. Untuk
mengantisipasi kejadian bencana gempa dan tsunami, dinilai perlu dipasang alat peringatan dini.

“Melihat wilayah Kabupaten Kulonprogo seperti itu, sangat diperlukan alat peringatan dini tsunami. Dari pengamatan
di lapangan, mulai dari Pantai
Trisik sampai di Pantai Co-ngot, belum menemukan peralatan itu,” tutur Nur Pujiyono, kepada KR, Rabu (23/5). Hal
tersebut disampaikan saat memantau sepanjang garis pantai Kulonprogo, seusai memberikan pelatihan singkat
mengoperasionalkan alat pemantau gempa, Digital Vidio Broadcast (DVB) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BP-BD) Kulonprogo.

Menurutnya, di sepanjang garis pantai Kulonprogo perlu dipasang beberapa alat peri-
ngatan dini tsunami. Alat tersebut dibutuhkan sebagai tanda bagi warga, untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi
tsunami. Pem-kab yang memiliki wilayah berpotensi bencana alam, dapat meng^ju-kan permohonan ke BMKG Jakarta. Salah
satu persyaratan yang harus dipenuhi, Pem-kab menyediakan lokasi yang perlu dipasang alat peringatan dini, keamanan
peralatan terjamin dan tersedia sumber tenaga listrik.

Kepala Bagian Rehabilitasi
dan Rekonstruksi BPBD Kulonprogo, Eko Susanto menjelaskan tengah mengajukan permohonan alat peringatan dini ke
BMKG. Sepanjang garis pantai di wilayah Kabupaten Kulonprogo membutuhkan sekitar 6 unit alat peringatan dini
tsunami. Menurutnya, lokasi paling tepat dan strategis alat tersebut dipasang di kantor desa dan tem-pat ibadah
yang ada di pinggiran pantai. Peralatan dipasang maksimal beijarak 2 km dari pantai.


Kode Copy Paste
Gunakan kode diatas untuk copy paste artikel ini di blog anda

Tags: alat, BMKG, Eko Susanto, gempa, Kabupaten Kulonprogo, Kepala Bagian Rehabilitasi, listrik, pantai, Samudera Hindia, tsunami