Ketika hutan mangrove rusak, kehidupan yang bergantung padanya juga akan rusak dan bahkan punah. Pengaruhnya bisa berakibat luas, tidak hanya terhadap ekosistem hutan mangrove, melainkan pada ekosistem lain, seperti terumbu karang.

Sayangnya manusia seringkah tidak menyadari akibat dari kerusakan yang ditimbulkannya. Ketika sampai pada tahap yang sudah terlambat untuk diperbaiki, barulah disadari. Ketika daerah rawa hilang, kita akan segera menyadari terjadinya peningkatan banjir, hilangnya spesies hewan, dan polusi di aliran sungai. Air tanah juga menjadi semakin berkurang.

Memang benar bahwa semua hal di bumi saling berhubungan dan dinamis secara keseluruhan. Pandangan secara luas ini sulit untuk disampaikan kepada tingkat individu dan kelompok tertentu. Misalnya bagi petani yang sedang membutuhkan lahan untuk perkebunan, pemerintah kota yang membutuhkan lahan untuk pengembangan perumahan, atau perusahaan pengembang yang sedang membangun hotel yang menyediakan pekerjaan bagi ratusan orang, kehilangan satu atau dua lahan basah sebagai ganti dari proyek kelihatannya adalah sesuatu yang beralasan bagi mereka. Celakanya, perubahan yang terjadi pada bagian lingkungan tertentu saja dapat memulai suatu rantai yang dapat mempengaruhi semuanya, mulai dari organisme mikroskopik sampai kepada atmosfir bumi. Daerah rawa adalah sistem yang tak terpisahkan dan membantu penbendalian banjir, polusi, dan memberikan sumbangan kepada banyak habitat tumbuhan dan hewan, termasuk kepada manusia.

akibat rusaknya hutan bakau, akibat rusaknya hutan mangrove, Dampak penebangan hutan bakau